Minggu, 14 Agustus 2011

Repotnya jadi Guru Profesional ( Bag.1)


Dihadapan ratusan murid sekolah dasar Walikota mengajukan beberapa pertanyaan tentang cita-cita murid untuk masa depannya. Beberapa anak menjawab "Jadi dokter " yang lain menjawab "Jadi Walikota", sebagian lagi ingin menjadi "tentara", ada juga yang ingin "jadi polisi" , "pilot" sedikit ada juga ingin jadi "pengusaha". Entah karena hampir semua jawabannya sama. Walikota balik bertanya. Siapa yang punya cita-cita jadi guru ?. Spontan banyak yang mengacung tangan termasuk yang tadinya ingin jadi dokter,tentara,polisi tadi , serentak menjawab " Saya Buk !!!?.

Jawaban yang polos, atau mungkin juga memberi makna atau "alam bawah sadar"nya mengakui jadi guru itu "susah" dan lebih "repot" lagi kalau sudah jadi guru. Rasanya ingin sekali saya membisikkan ketelinga yang polos itu " Nak ...profesional guru beda dengan profesi dokter, akuntan. pengacara, dan profesi lainnya karena dapat dicapai dengan pendidikan formal. dan pengalaman!!??". Jika niatmu jadi guru, formal saja tidak cukup nak, sepanjang kariermu harus dikembangkan terus dikembangkan belanjut lanjut sampai lanjut usiamu" Duniamu, mengajar, belajar, mengejar angka kredit, mengajar dan kembali ke angka-angka kredit, itulah siklusnya. Bila kredit di bank bisa diangsur. kredit yang satu ini tak pernah selesai-selesai sampai pensiun.Jika kredit tidak diurus, bakalan gajimu susah bertambah.

Guru professional itu perlu dalam upaya peningkatan mutu pendidikan . Profesional berarti sesuai dengan kompetensi dan kemampuan. Bila sudah dipenuhi persyaratan maka sebagai sebuah pengakuan kepada guru memperoleh sertifikasi pendidik sebagai pembuktian atas profesionalitas seorang guru. Untuk itu seorang guru berhak memperoleh tunjangan profesi sebesar gaji pokok setiap bulannya.

Penghasilan bulanan guru bersertifikasi sebesar dua kali gaji pokok jelas menarik, secara hitungan kasar gaji pokok terendah perbulan adalah Rp. 2.654.000 , dengan adanya sertifikasi akan memperoleh setiap bulannya sekitar Rp. 5.308.000,-. Jumlah tersebut tentunya semakin naik sejalan dengan kenaikan jabatan fungsional guru. Tertarik jadi guru …? Dilihat pada penghasilan mungkin ya!! Tapi tunggu dulu persyaratannya banyaknya ya ampun, repot, nylimet, menyita waktu dan pikiran. Untuk memperoleh sertifikasi guru persyaratannya pendidikan formal harus jebolan dan memperoleh ijazah S1 atau D-IV kependidikan atau pendidikan profesi guru. Jika nasib baik diterima sebagai CPNS wajib mengikuti program induksi dan pra-jabatan selama 1 – 2 tahun . Bila lulus berhak menyandang jabatan sebagai “Guru Pertama ( IIIa)” .Itupun diperoleh jika telah mencapai jumlah kredit yang ditetapkan.

Dulu sebelum sertifikasi diwajibkan bagi seorang guru, ada 13 jabatan fungsional guru dengan pangkat terendah golongan Iia., sekarang hanya ada 4 jabatan yang tersedia bagi guru PNS dengan pangkat minimal golongan IIIa

Ibarat melangkah, itu baru langkah awal atau langkah pertama, langkah kedua bersiaplah dengan langkah tegap untuk sebuah pengakuan professional menuju proses sertifikasi bersiaplah dengan mengumpulkan portofolio yang merekam jejak professional guru yang telah dilakoni seseuai dengan arahan yang ditetapkan pada pedoman, peraturan yang telah ditetapkan antara lain wajib mengajar sesuai kompetensinya paling sedikit 24 jam tatap muka , sebanyak-banyaknya 40 jam tatap muka dalam seminggu bagi guru, dan khusus guru konseling paling sedikit 150 peserta didik dalam setahun. Wajib mengajar 24 jam seminggu mudah diperoleh bagi guru-guru kelas, maupun guru bidang study eksakta seperti matematika, kimia, pisika, biologi ,IPA serta guru penjas dan konseling yang jumlahnya masih kurang. Tetapi bagi guru bidang study yang jumlahnya berlebih akan sulit memperoleh jam wajib mengajar tersebut.

Portofolio merupakan rekam jejak pengakuan terhadap pengalaman professional guru yang terhimpun dalam kumpulan dokumen yang mendeskripsikan : (a) kualifikasi akademik ; (b) diklat ; (c) pengalaman mengajar; (d) perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran ; (e) penilaian dari atasan dan pengawas ; (f) prestasi akdemik ; (g) karya pengembangan profesi; (h) keikutsertaan dalam forum ilmiah; (i) pengalaman organisasi di bidang pendidikan dan sosial dan ; (j) penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan.

Jika guru tidak siap untuk penilaian protofolio, atau tidak lulus penilaian protofolio masih ada alternatif lain ikut saja pendidikan latihan profesi guru , atau bila tidak silakan lanjut ke S2 atau S3 pada bidang study yang di ampunya. Bila semua tidak bisa,. Ya sudah nasib badan, mau apa lagi?

Kalau sertifikasi sudah diperoleh , jangan puas dulu, pulihkan kesehatan dan kekuatan untuk menyusun langkah ketiga persiapkan diri untuk kenaikan pangkat jabatan fungsional guru dengan usaha dan upaya untuk mengumpulkan angka-angka kredit yang dipatok dengan persyaratan-persyaratan yang aduhai….repotnya .

Panjangnya jalan yang ditempuh, kaki yang dilangkah, tangan yang diayun, karena waktu tak pernah menunggu. Masih adakah energi yang tersisa untuk peserta didik ?. Dalam rancangan atau teorinya jelas fokusnya memang peserta didik. Hanya saja mampukah seorang guru membagi waktu dan upaya antara peningkatan mutu dan ketrampilan peserta didik berbarengan dengan peningkatan dan pengembangan keprofesian dalam pengembangan karier sepanjang masa baktinya. Mudah-mudahan mampu !!!.

Lantas bagaimana dengan kondisi guru di Tanjungpinang..? Ada 1.672 guru yang berstatus PNS , dari jumlah tersebut selama 2 (dua) tahun hanya 494 guru yang lolos sertifikasi, dan yang sedang dalam proses sebanyak 323 guru. Sementara itu terdapat 213 guru yang kepangkatannya dibawah IIIa dengan latar belakang pendidikan SLTA , Diploma I,II dan III. Sertifikasi melalui penilaian portofolio bagi guru-guru yang belum memenuhi kualifikasi akademik S1 atau D IV dapat dilakukan apabila sudah mencapai usia 50 tahun dengan pengalaman kerja selama 20 tahun. Alternatif lainya adalah melalui pendidikan dan latihan profesi guru , atau mengikuti pendidikan formal.

Guru Tidak Tetap lebih repot lagi . Berdasarkan data di Disdikpora Tanjungpinang tercatat 1.024 GTT, yang memenuhi klasifikasi akademik S1/D-IV kependidikan hanya 175 atau 17 % saja. Lantas 849 GTT quo vadis …. bro…???.

Kembali kepangkal cerita, Kepada murid SDN 04 tersebut Walikota mengajukan pertanyaan terakhir . Siapa yang bercita-cita jadi Kadispora…?. Setelah saling berpandangan dan menoleh ke barisan guru-guru yang menyimpulkan senyum penuh makna. Satu persatu murid SD dengan gagah dan yakinnya setengah berteriak Saya buk.!!! . Walikotapun pamit didampingi oleh Kadispora dengan senyum sumringah. Alhamdulillah.

Penilaian Kinerja Guru

Selasa, 19 Juli 2011

Pengukuhan Dewan Pendidikan Kota Tanjungpinang 2011-2016



Setelah lama menunggu . Selasa tgl 19 Juli 2011 Jam 14.30 Dewan Pendidikan Kota Tanjungpinang dikukuhkan oleh Walikota Tanjungpinang. Hadir diantaranya tokoh pendidikan Bpk. Drs Abdul Rahman, dan Bpk. Arief Rasahan Ketua Dewan Pendidikan Kota yang lama.
Periode 2011-2016 berada dibawah
komando Sdr.Zamzami A Karim tokoh muda yang diharapkan akan dapat menjadi mitra kerja pemerintah daerah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kota Tanjungpinang kedepan.

Walaupun undangan pengukuhan diterima dua jam sebelumnya, bertepatan dengan rapat kerja di Disdikpora, agenda rapat dipercepat agar dapat menghadiri sekaligus mengetahui siapa yang dikukuhkan di Dewan Pendidikan Kota Tanjungpinang tersebut. Wajar saja bila Kadisdikpora sampai "tergopoh-gopoh" , karena punya tujuan yang sama yaitu sama-sama berkehendak meningkatkan "Mutu Pendidikan". Jika disusun dalam suatu barisan dengan tujuan yang sama akan terdapat Disdikpora beserta jajarannya, Kepala Sekolah dan guru-guru, Komite Sekolah sebagai perwakilan wali murid. serta Dewan Pendidikan sebagai pengejawantahan masyarakat.
Lengkap sudah. tinggal atur barisan, jalan seiiring , agar barisan serasi indah dipandang , tinggi badan bisa sama, boleh juga yang tinggi didepan atau dibelakang sesuai aturan. (maklum lagi demam gerak jalan).

Aturan awalnya tentunya UU Nomor 30/2003 tentang Sisdiknas pasal 56. Diperjelas pada pasal 192 PP Nomor 17/2010 yang menyebutkan bahwa " Dewan Pendidikan berfungsi dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan dengan memberikan pertimbangan, arahan dan dukungan tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan pada tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota”.

Pada pasal yang sama juga diatur tugasnya yaitu :”Dewan Pendidikan bertugas menghimpun, menganalisis, dan memberikan rekomendasi kepada Menteri, gubernur, bupati/walikota terhadap keluhan, saran, kritik, dan aspirasi masyarakat terhadap pendidikan”. Dalam ayat lain disebutkan bahwa ”Dewan Pendidikan melaporkan pelaksanaan tugas kepada masyarakat melalui media cetak, elektronik, laman, pertemuam, dan/atau bentuk lain sejenis sebagai pertanggungjawaban publik”.

Berikutnya di pasal 199 disebutkan : ”Pengawasan pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan dilakukan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah/Madrasah”

Singkat cerita, Dewan Pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan melaksanakan tiga peran yaitu :
  1. Memberikan Pertimbangan (Advisory Agency)
  2. Memberikan arahan dan dukungan tenaga, sarana dan prasarana, (Suporting Agency)
  3. Melakukan pengawasan pendidikan, (Controlling Agency)
Penutup cerita disampai rasa syukur atas pengukuhan Dewan Pendidikan Kota Tanjungpinang, Kalau diperkenankan berpendapat, bahwa tiga peran terlaksana bila didukung dengan data akurat dan mengedepankan "keterwakilan". Auk
SEMS190711
Sumber :Website: www.suparlan.com



Minggu, 17 Juli 2011

Kalender Pendidikan Kota Tanjungpinang 2011-2012

Kalender Pendidikan Kota Tanjungpinang

Senin, 04 Juli 2011

Pelaksanaa UN Paket A,B dan C Tahun 2011 Kota Tanjungpinang


Sebagaimana di agendakan pelaksanaan UN Program Paket dimulai tanggal 5 s/d 8 Juli 2011 untuk Paket C dan tanggal 12 s/d 14 Juli untuk paker A dan B. Jumlah peserta yang terdaftar sebanyak 632 orang, yang berasal dari peserta umum( PKBM) sebanyak 228 peserta dan sisanya dari peserta gagal UN 2011 yang lalu.

  • Paket A diikuti 28 peserta semuanya berasal dari PKBM dilaksanakan di dua lokasi yaitu SDN 005 Kampung Bugis dan PKBM FCA
  • Paket B diikuti 387 peserta terdiri dari 70 peserta PKBM dan 317 peserta gagal ujian nasional , dilaksanakan di 5 lokasi yaitu ; SDN 005 Kp.Bugis, SMPN 11, SMPS Hangtuah, SMPN 2 dan SMPN 12.
  • Paket C diikuti 215 peserta diantaranya 130 peserta dari PKBM , dan 85 peserta berasal dari siswa gagal UN 2011. Dilaksanakan di SMPN 1 Tanjungpinang.
Diperkirakan pengumuman kelulusan baru diperoleh sebulan kemudian, atau sebulan setelah tahun ajaran 2011-2012 dimulai. Bagi peserta yang dinyatakan lulus paket A dan B diharapkan dapat ditampung disekolah-sekolah swasta sesuai dengan pertimbangan , kebijakan yang ditetapkan oleh satuan pendidikan swasta yang bersangkutan, dengan mengkoordinasikan dengan Disdikpora Tanjungpinang.
SEMS-050711

Rabu, 15 Juni 2011

Menyingkap Tabir, Menyatukan Rasa. ( Capaian UN 2011 Tanjungpinang)

Judul diatas agaknya ber aroma "puitis". Rapat koordinasi jajaran Disdikpora bersama Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang (Selasa 14 Juni 2011) dengan agenda Evaluasi UN 2011, dan PSB 2011 dapat menyingkapkan apa, kenapa, dan bagaimana kebijakan ditempuh, pelaksanaan dan hasil yang dicapai serta masalah atau kendala yang dihadapi dalam peningkatan mutu pendidikan dan khususnya capaian nilai Ujian Nasional dan kebijakan/persiapan PSB.
Rakor tersebut mampu menyatukan "rasa" menempatkan "opini" pada tataran realita berdasarkan data, bahwa pendidikan di Tanjungpinang khususnya capaian kuantitas kelulusan bila dibandingkan tahun sebelumnya mengalami kenaikan cukup signifikan dan masih dalam koridor "wajar" sesuai realita kemampuan peserta didik yang terekam dalam nilai rapor/register nilai dan nilai ujian akhir sekolah. "Wajar" bila dibandingkan dengan nilai UN nilai rata-rata rapor dan nilai sekolah masih berada pada skala/rank yang tidak terlalu jauh berbeda. Karena adalah tidak wajar bila misalnya nilai rata-rata dari sekolah misalnya nilai 8 sementara perolehan nilai UN dibawah 4, Namun dilihat dari capaian nilai UN Kota Tanjungpinang tahun 2010/2011 jumlah nilai UN diatas nilai rata-rata sekolah banyak ditemukan dibeberapa satuan pendidikan.
Karena masih ada yang harus dilakukan untuk upaya peningkatan mutu pendidikan di Kota Tanjungpinang , diharapkan data capaian hasil UN 2010/2011 dijadikan sebagai dasar menyusun program kegiatan pendidikan sesuai dengan sumber daya yang tersedia. Tentunya perlu dukungan semua pihak, terutama dari pihak legislatif mudah-mudahan mutu pendidikan akan lebih baik .Amin
Data selengkapnya klik dibawah ini
Capaian UN 2010/2011 Kota Tanjungpinang

Selasa, 14 Juni 2011

Jum'at tgl 17 Juni 2011 , Pengumuman Kelulusan SD/MI

Karena data Nilai Akhir UN 2011/2012 untuk SD/MI sudah diterima, dan direncanakan Rabu tanggal 15 Juni 2011 jam 13.30 WIB diserahkan kepada seluruh kepala sekolah se Kota Tanjungpinang. Sedangkan pengumuman resmi kelulusan siswa dijadwalkan pada hari Jum'at tanggal 17 Juni 2011 jam 14.00 WIB dimasing-masing satuan pendidikan.
Berbeda dengan hasil UN SMA/MA/SMK dan SMP/MTs yang lalu.Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau menyerahkan Nilai Akhir (NA) untuk kemudian ketentuan kelulusan peserta didik ditetapkan melalui mekanisme rapat dewan guru pada setiap satuan pendidikan sebagaimana yang diamanatkan oleh ketentuan yang berlaku.
Pengumuman kelulusan tanggal 17 Juni 2011 , Jadwal PSB dimulai tanggal 20 Juni 2011, berarti hanya satu hari kerja yang tersedia bagi satuan pendidikan SD/MI. sehingga tidak memungkinkan untuk menyiapkan Ijazah dan lampirannya. Dengan demikian untuk PSB dapat menggunakan Surat Keterangan Lulus (SKL) yang dikeluarkan oleh masing-masing SD/MI, dan diharapkan Ijazah dan lampiran dapat diselesaikan pada pendaftaran ulang bagi peserta didik yang dinyatakan diterima disekolah (SMP/MTs) yang dituju.

Selasa, 07 Juni 2011

Jadwal dan Persyaratan PSB Tanjungpinang, 2011 - 2012

Dalam upaya meningkatkan upaya pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan serta setelah melakukan evaluasi terhadap kesiapan, efektivitas pelaksanaan PSB tahun 2009-2010 dengan sistem "Online". Maka PSB Kota Tanjungpinang tahun pelajaran 2011-2012 untuk semua jenjang pendidikan dasar dan menengah, kecuali sekolah yang berstatus RSBI, dilaksanakan dengan sistem PSB langsung ( tidak Online) yang diatur dengan Keputusan Ka Disdikpora Tanjungpinang Nomor 0115/KPTS/DIKPORA/2011 tanggal 6 Juni 2011. yang antara lain mengatur tentang petunjuk tehnis, persyaratan, jadwal dan hal yang berhubungan dengan PSB.
Hal-hal pokok yang dijadikan acuan adalah kuota setiap sekolah dan ketentuan khusus setiap bagi setiap sekolah untuk menerima 30% dari kuota masing-masing untuk peserta didik dari keluarga kurang mampu dilingkungannya, siswa berpotensi/beprestasi (non akademik) , serta peserta didik yang berdemosili disekitar sekolah.
  • Jadwal PSB 2011-2012
1. Penerimaan siswa baru untuk kuota 30% :
------------- Pendaftaran tanggal.... : 20 s/d.22 Juni 2011
------------- Seleksi tanggal...............: 23 s/d 24 Juni 2011
-------------Pengumuman tanggal....: 25 Juni 2011
2. Gelombang I
-------------Pendaftaran tanggal.......: 27 Juni s/d 2 Juli 2011
-------------Pengumuman tanggal....: 4 Juli 2011
-------------Pendaftaran Ulang ........: 5 s/d 7 Juli 2011
3. Gelombang II ( bagi sekolah yang belum terpenuhi kuota)
-------------Pendaftaran tanggal .....: 6 s/d 7 Juli 2011
-------------Pengumuman tanggal....: 8 Juli 2011
-------------Pendaftaran Ulang .........: 9 Juli 2011
4. Pelaksanaan MOS tanggal 11 s/d 13 Juli 2011
5. Sosialisasi/Persyaratan PSB dapat dilihat:
>>> a.Seluruh sekolah yang melaksanakan PSB (kecuali sekolah RSBI)
>>> b.Kantor kelurahan se Kota Tanjungpinang.
Selengkapnya silakan klik dibawah ini
PSB 2011-2012

Senin, 06 Juni 2011

Daya Tampung Siswa 2011-2012 Tajungpinang , Cukup

Penerimaan Siswa Baru ( PSB ) Kota Tanjungpinang tahun pelajaran 2011-2012 untuk semua jenjang pendidikan, diperkirakan dengan kondisi dan jumlah sarana pendidikan yang tersedia akan dapat menampung semua peserta didik di Kota Tanjungpinang apabila penyebaran penerimaan peserta didik dilakukan secara merata sesuai dengan kondisi, kemampuan dan kapasitas setiap sekolah.
Persoalan yang krusial yang menyertai setiap kegiatan PSB adalah masalah "pilihan", "pemerataan" dan "penyebaran". Tentang "pilihan" Tentu setiap orangtua/siswa menginginkan pendidikan yang bermutu, biaya murah dan dalam lokasi yang tidak jauh dari rumah. atau setidak-tidaknya pendidikan bermutu dan biaya murah. Pendidikan yang bermutu selalu dikaitkan dengan sekolah favorit yang jumlah dan kapasitasnya terbatas. Sedangkan pemerataan terkendala pada penyebaran lokasi sekolah yang lokasinya lebih banyak berada di Kecamatan Tanjungpinang Barat Kecamatan Bukit Bestari, dan Kecamatan Kota. Sedangkan Kecamatan Tanjungpinang Timur masih memerlukan tambahan SD baru, RKB SMP dan belum ada SMA.

Daya tampung untuk semua jenjang pendidikan di Kota Tanjungpinang adalah sebagai berikut:
  • SD/MI Daya Tampung 4.032 siswa
1. Kecamatan Tanjungpinang Kota daya tampung 588 siswa
--a. SD Negeri : 10 Sekolah 19 kelas dengan daya tampung 532 Siswa
--b. SD Swasta: 2 Sekolah 2 kelas dengan daya tampung 56 siswa
2, Kecamatan Tanjungpinang Barat daya tampung 868 siswa
--a. SD Negeri : 13 Sekolah 26 kelas dengan daya tampung 728 siswa
--b. SD Swasta: 3 Sekolah 4 kelas dengan daya tampung 112 siswa
--c. MI Swasta: 1 Sekolah 1 kelas dengan daya tampung 28 siswa.
3. Kecamatan Bukit Bestari daya tampung 1.316 siswa
--a. SD Negeri : 16 Sekolah 35 kelas dengan daya tampung 980 siswa
--b. SD Swasta: 2 Sekolah 8 kelas dengan daya tampung 224 siswa
--c. MIN/MIS : 2 sekolah 4 kelas dengan daya tampung 112 siswa.
4. Kecamatan Tanjungpinang Timur daya tampung 1.260 siswa
--a. SD Negeri : 13 Sekolah 38 kelas dengan daya tampung 1.064 siswa
--b. SD Swasta: 4 Sekolah 7 kelas dengan daya tampung 196 siswa

  • SMP/MTs Daya tampung 3.136 Siswa , Lulusan SD/MI 2010/2011 (Perkiraan) 3.071 siswa
1. SMP Negeri : 14 Sekolah 70 kelas dengan daya tampung 2.240 siswa
2. SMP Swasta: 10 Sekolah 23 kelas dengan daya tampung 736 siswa
3. MTsN/S : 2 sekolah 5 kelas dengan daya tampung 160 siswa

  • SMA/MA/SMK Daya tampung 3.156 siswa, Lulusan SMP/MI 2010/2011 sebanyak 2.672 siswa
1.SMA Negeri : 6 Sekolah 33 kelas dengan daya tampung 1.124 siswa
2.SMA Swasta : 4 Sekolah 8 kelas dengan daya tampung 252 siswa
3.MAN/Swasta 2 Sekolah 6 kelas dengan daya tampung 216 siswa
4.SMK Negeri : 4 Sekolah 29 kelas dengan daya tampung 928 siswa
5.SMK Swasta: 6 Sekolah 19 kelas dengan daya tampung 636 siswa

Jadwal PSB untuk semua jenjang pendidikan kecuali sekolah RSBI direncanakan pada tanggal untuk siswa berprestasi, keluarga kurang mampu tanggal 20 s/d 22 Juni 2011. Umum tanggal 27 Juni s/d 2 Juli 2011.

Jumat, 03 Juni 2011

Sabtu 4 Juni 2011 Kelulusan SMP/Mts diumumkan serentak.


Insya Allah besok Sabtu tanggal 4 Juni 2011 jam 8.30 Wib, dilaksanakan rapat koordinasi sekaligus penyerahan Nilai Akhir (NA) ujian SMP/MTs untuk Kota Tanjungpinang, NA tersebut merupakan bahan bagi setiap Satuan Pendidikan untuuk menetapkan kelulusan siswa melalui rapat dewan guru yang diharapkan dapat ditetapkan sebelum jam 16.00 saat pengemuman kelulusan dilaksanakan.

Tingkat kelulusan menurut NA Ujiam Nasional 2011 tingkat SMP/MTs Kota Tanjungpinang hampir sama dengan prediksi saya terdahulu. Memang hasil evaluasi sebelum UN terhadap SMP/MTs se Kota Tanjungpinang, ada keraguan dan kekhawatiran untuk mematok prediksi kelulusan yang mampu dicapai SMP/MTs, karena khawatir akan mengendurkan upaya dari guru-guru bidang study maka prediksi saya adalah "diatas" 90 %, Kata "diatas" itulah saya ragukan dapat dicapai.
Beberapa alasan yang tidak mungkin prediksi kelulusan lebih dari 90 % adalah.
  • Tingkat Kelulusan 2009/2010 SMP 55,57% , MTs 37,91%2.
  • Hasil evaluasi Tray Out SMP 86,25% , MTs 66,56%
  • Rata-rata nilai rapor dan nilai sekolah yang dikirim untuk unsur penjumlah nilai akhir bersama dengan nilai UN, masih terdapat nilai kritis bebas dari rekayasa. Sehingga daftar NA yang diterima pada UN 2011 tidak terdapat nilai yang menyolok antara nilai Ujian Nasional (UN) dengan Nilai Sekolah (NS).
Kewajaran pemberian nilai diperlukan untuk menghasilkan lulusan yang bermutu dengan tetap menjunjung tinggi kejujuran , karena apapun yang dilakukan dan diperbuat akan selalu ada resiko baik maupun buruk.
Hasil Nilai Akhir UN 2010/2011
Hasil sementara yang diserahkan kepada satuan pendidikan (SMP/MTs) se Kota Tanjungpinang dirinci sebagai berikut:
  • SMP Jumlah Peserta 2.828 Siswa Lulus 2.529 (89,43%) Tidak Lulus 299 Siswa (10,57%)
  • MTS Jumlah Peserta 165 Siswa, Lulus 143 (86,67%) Tidak Lulus 22 Siswa (13,33%)
Keseluruhan:Peserta 2.993 Siswa,Lulus 2.672 (89,27%) Tidak Lulus 321 Siswa (10,72%)

Jila dilihat dari hasil tahun sebelumnya (2009-2010) terjadi kenaikan dari 46,74% menjadi 89,27 % atau naik sebesar 42,53%.
Hanya ada lima sekolah yang capaian kelulusan siswa 100% , Namun bila dilihat dari prestasi siswa untuk nilai tertinggi se provinsi Kepulauan Riau dari sepuluh besar terdapat 5 siswa dari Tanjungpinang yaitu:
1. Reza Trianto Peringkat I dari SMP Negeri 5 Tanjungpinang
2. S t e v e n Peringkat III dari SMP Negeri 5 Tanjungpinang
3. Vindy Ananda Reksaputri Peringkat IV dari SMP Negeri 4 Tanjungpinang
4. Laura Widha Putri Peringkat VI dari SMP Negeri 1 Tanjungpinang
5. Silvi Eka Putri Peringkat VI dari SMP Negeri 5 Tanjungpinang.
Perolehan nilai maksimal atau nilai 10 untuk mata pelajaran Bahasa Inggris 13 Siswa, Metamatika sebanyak 5 siswa.

Jumat, 20 Mei 2011

Menunggu Hasil UN 2011 Tingkat SMP/MTs


Dari informasi yang beredar akan diumumkan pada tangal 4 Juni 2011, dan kabar lainnya diumumkan tanggal 28 Mei 2011.Hari-hari menunggu berbaur dalam rasa harap dan khawatir, baik bagi siswa yang ikut Ujian,orang tua siswa,guru-guru,kepala sekolah,pengawas,disdikpora bahkan semua yang sangat peduli kemajuan pendidikan di Kota Tanjungpinang. Kota pusat pemerintahan, Kota yang diharapkan sebagai pelopor pendidikan di Kepulauan Riau.Yang akhir-akhir ini jadi sorotan karena dianggap "terendah". Tentunya tidak semua sepakat kalau prediket "terendah" hanya ditentukan dari indikator nilai UN dan kuantitas kelulusan. Yang terbaik adalah bagaimana kuantitas yang berkualitas dapat ditingkatkan secara bersamaan.


Logikanya... pendidikan berkualitas (mutu) sememangnya akan meningkatkan kuantitas (kelulusan). Tapi kenyataannya bisa saja kuantitas atau kelulusan "didongkrak" dengan target yang spektakuler, sementara kualitas "kempes" dan "bocor" disana-sini. Ini bukan pembelaan diri.Jujur diakui pendidikan di Kota Tanjungpinang secara kuantitas masih dilevel bawah bila diukur dari indikator hasil UN dan kuantitas atau jumlah kelulusan.Itupun tertuju pada kuantitas dalam prosentase.

Bagaimanapun hasilnya nanti. Penghargaan yang setulusnya kepada segenap satuan pendidikan, khususnya guru-guru bidang study yang telah berupaya semaksimal mungkin dalam upaya peningkatan mutu dan kualitas siswa dengan selalu mengedepan tanggungjawab dan menjunjung tinggi kejujuran , karena pendidikan dasar dan menengah adalah sebagai jembatan ketingkat pendidikan yang lebih tinggi. bukan tujuan akhir.

Prediksi tingkat kelulusan berdasarkan evaluasi TO jika tingkat SMA/MA/SMK adalah 95 - 97 % , Alhamdullilah tercapai 96,43% . Sedangkan prediksi kelulusan untuk SMP/MTs diperkirakan diatas 90% . Namun jika melihat aktivitas belajar dan mengajar mendekati UN semakin gencar tidak mustahil capaian nantinya bisa melampaui 98% . Insya Allah.

Segera setelah nilai diumumkan dan diterima , perlu untuk kembali dievaluasi untuk dijadikan bahan perbaikan untuk menentukan langkah-langkah menetapkan kebijakan selanjutnya. Sambil menunggu kita berharap agar kondisi pengumuman UN SMA/MA/SMK tidak terulang lagi yang dilakukan terburu-buru dan tidak akurat sehingga menyebabkan terlanjurnya munculnya opini yang dunia pendidikan kota Tanjungpinang kembali tersudutkan. Sebaiknya kembalikan kepada peraturan/ketentuan yang ada, bahwa kelulusan siswa ditentukan oleh rapat dewan guru pada setiap satuan pendidikan. Dengan demikian lebih afdol bila pengumuman dimedia massa dilakukan setelah setiap satuan pendidikan menetapkan kelulusannya.
SEMs-200511

Rabu, 18 Mei 2011

Permendiknas No.11/2011 Ttg Sertifikasi Guru

Permendiknas_Nomor_11_Tahun_2011

Sabtu, 14 Mei 2011

Hasil UN SMA/MA/SMK 2011 adalah 96,43% (90,96 = ????)


Walaupun menurut jadwal, pengumuman hasil kelulusan siswa baru diumumkan secara resmi jam 16.00 tanggal 16 Mei 2011. Nyatanya bocoran hasil umum UN tingkat SMA/MA/SMK telah menjadi berita utama media lokal, Mulai dari peringkat, nilai tertinggi sampai siswa yang memperoleh tranking teratas. Coba kita kutip sebagian judul pada media yang terbit Senin tanggal 16 Mei 2011.

Judul :- 231 Siswa SLTA se Kepri Tak Lulus, Tg.Pinang Terendah
Ditulis No.7 Lulus sebanyak 2.606, Tidak Lulus 109 Persentase 90,06%
Judul :-107 Siswa Pinang Tak Lulus UN
Ditulis :No.7 Tanjungpinang Persentase 90,96 %
Judul :- Pinang Masih Ranking Terakhir
Dirilis ..........Tempat terakhir Kota Tanjungpinang 90,96 %
Judul yang dikutip tersebut, umumnya terbit pada halaman pertama. Judul yang kita jadikan cambuk kepada semua insan pendidik dan kependikan agar berupaya lebih maksimal dalam memajukan pendidikan di Kota Tanjungpinang yang kita cintai ini.
Terlepas dari pembelaan diri. Yang sangat mengusik dan menimbulkan tanda tanya adalah apakah data tersebut tidak terlalu dini untuk dipublikasikan dan apakah data-data tersebut sudah dihitung dengan benar. Benarkan persentase kelulusan SMA/MA/SMK Kota Tanjungpinang 90,96 %. dan yang tak lulus sebanyak 107 atau 109 siswa.? . Pertanyaan itulah yang menggelitik untuk saya coba menghitung kembali dari dokumen yang sama dari sumber yang sama.
1. Jika yang Lulus 2.606, Tidak Lulus 109 , Tingkat Kelulusan 90,96%
Maka artinya :
**. Peserta adalah 2.606 + 109 = 2.715 siswa. dan Jika yang Lulus 90,96 % berarti yang tidak lulus adalah 9,04% atau 245 Siswa ???? (bukan 109 atau 107 siswa)
b. Jika yang tidak lulus adalah 109 :
Maka berarti :
Persentase Kelulusan adalah : ( x % X 2.715=109 Siswa Berarti x = 4,01 % Maka % tase kelulusan adalah 95,99% ( bukan 90,96%)

Tingkat Kelulusan Siswa SMA/MA/SMK Tanjungpinang 2011 adalah 96,43%

Setelah menghitung ulang tingkat kelulusan siswa diperoleh data sebagai berikut:
SMA/MA
Jumlah Peserta sebanyak 1.456 Siswa Lulus 1.367 Siswa atau 93,89% Tidak Lulus 89 Siswa
SMK
Jumlah Peserta sebanyak 1.259 Siswa Lulus 1.251 Siswa atau 99,36% Tidak Lulus 8 Siswa
Sehingga Jumlah Siswa SMA/MA/SMK adalah 2.715 Siswa Lulus sebanyak 2.618 atau 96,43 % .Siswa Tidak Lulus 97 siswa atau 3,57%.

Tingkat kelulusan 100%
  1. SMA Negeri 1
  2. SMK Negeri 1
  3. SMK Negeri 2
  4. SMK Pembangunan
  5. SMK Indra Sakti
  6. SMK Raja Haji
  7. SMK Engku Putri
  8. SMA Santa Maria
  9. SMA Pelita Nusantara
  10. SMK Pelita Nusantara.
Nilai 10 besar tertinggi se Kepulauan Riau 6 Sekolah dari Kota Tanjungpinang
Peringkat SMA/MA
-. Shelly dari SMA Negeri I Tanjungpinang Peringkat I
-. Ivone dari SMA Negeri I Tanjungpinang Peringkat 6
-. Juliati dari SMA Negeri I Tanjungpinang Peringkat 8
-. Wendijo dari SMA Negeri I Tanjungpinang Peringkat 10
Peringkat SMK
-. Irene dari SMK Negeri I Tanjungpinang Peringkat 9
-. Mariyanto dan Susanti dari SMK Negeri I Tanjungpinang Peringkat 10

Naik, Tapi bukan terendah
Itulah realitas yang perlu untuk disyukuri dan sekaligus hasil UN tersebut dapat dijadikan dorongan dan bahan evaluasi dan intropeksi bahwa masih sangat diperlukan upaya yang sungguh-sungguh dan terencana dan berkesinambungan , untuk peningkatan mutu pendidikan khususnya di Kota Tanjungpinang kedepan.
Disadari bahwa semua pihak sudah berupaya dan berusaha sedaya mampu dan telah memberikan yang terbaik. Hasilnya masih perlu untuk ditingkatkan. dan tahun UN 2011 telah mengalami peningkatan sekitar 7% dari tahun yang lalu, kendati masih berada dilevel 5 atau 6 .
Target telah dipatok 100 %, Prediksi kita adalah 95 s/d 97% Hasilnya adalah 96,43 %.
Selamat Bertugas untuk semua dan Apresiasi saya untuk semua pihak.

Data Tingkat Kelulusan Selanjutnya :
1. SMA Negeri 2 Peserta 288 Siswa , Lulus 287 Siswa (99,65%) Tidak Lulus 1 Siswa
2. SMA Negeri 3 Peserta 138 Siswa, Lulus 128 Siswa (92,75%) Tidak Lulus 10 Siswa
3. SMA Negeri 4 Peserta 248 Siswa, Lulus 239 Siswa (96,37%) Tidak Lulus 9 Siswa
4. SMA Negeri 5 Peserta 181 Siswa, Lulus 168 Siswa (92,82) Tidak Lulus 13 Siswa
5. SMA Negeri 6 Peserta 76 Siswa, Lulus 51 Siswa (67,11%) Tidak Lulus 25 Siswa.
6. MAN Peserta 113 Siswa, Lulus 96 Siswa (84,96%), Tidak Lulus 17 Siswa
7. SMA Muhammadiyah Peserta 15 Siswa, Lulus 14 Siswa (93,33%), Tidak Lulus 1 Siswa
8. SMA PGRI Peserta 27 Siswa, Lulus 17 Siswa (62,96%), Tidak Lulus 10 Siswa
9. MAMU Peseta 15 Siswa, Lulus 12 Siswa (80%), Tidak Lulus 3 Siswa
11.SMK Negeri 3 Peserta 232 Siswa, Lulus 226 Siswa (97,41), Tidak Lulus 6 Siswa
12.SMK Negeri 4 Peserta 88 Siswa, Lulus 87 Siswa (98,86%) Tidak Lulus 1 Siswa
13.SMK Maritim Peserta 8 Siswa, Lulus 7 Siswa (87,50%) Tidak Lulus 1 Siswa.
SEMS 160511-Jam 16.00 Wib

Sabtu, 07 Mei 2011

Dua Jenis Guru.

Pengantar : Kamis 5 Mei 2011 , Saat Ishoma pada Acara Sosialisasi Program Peningkatan Kompetensi Guru di Kota Medan, Analisis Bapak Rhenald Kasali Ketua Program MM UI yang diterbitkan harian Seputar Indonesia, sangat menarik perhatian dan sampai saya baca berkali-kali. Kembali ke Tanjungpinang, harian tersebut tertinggal, Syukurlah tulisan tersebut banyak ditulis kembali oleh blogger di dunia maya. dan saya sajikan kembali secara utuh.

Di Hari Pendidikan lalu, saya bertemu dua jenis guru. Guru pertama adalah guru kognitif, sedangkan guru kedua adalah guru kreatif. Guru kognitif sangat berpengetahuan.Mereka hafal segala macam rumus, banyak bicara, banyak memberi nasihat, sayangnya sedikit sekali mendengarkan.
Sebaliknya, guru kreatif lebihbanyaktersenyum,namun tangan dan badannya bergerak aktif. Setiap kali diajak bicara dia mulai dengan mendengarkan, dan saat menjelaskan sesuatu, dia selalu mencari alat peraga.Entah itu tutup pulpen, botol plastik air mineral,kertas lipat,lidi,atau apa saja. Lantaran jumlahnya hanya sedikit, guru kreatif jarang diberi kesempatan berbicara. Dia tenggelam di antara puluhan guru kognitif yang bicaranya selalu melebar ke mana-mana. Mungkin karena guru kognitif tahu banyak, sedangkan guru kreatif berbuatnya lebih banyak.
Guru Kognitif
Guru kognitif hanya mengajar dengan mulutnya.Dia berbicara panjang lebar di depan siswa dengan menggunakan alat tulis. Guru-guru ini biasanya sangat bangga dengan murid-murid yang mendapat nilai tinggi. Guru ini juga bangga kepada siswanya yang disiplin belajar, rambutnya dipotong rapi, bajunya dimasukkan ke dalam celana atau rok, dan hafal semua yang dia ajarkan. Bagi guru-guru kognitif, pusat pembelajaran ada di kepala manusia, yaitu brain memory.Asumsinya, semakin banyak yang diketahui seseorang, semakin pintarlah orang itu.
Dan semakin pintar akan membuat seseorang memiliki masa depan yang lebih baik. Guru kognitif adalah guruguru yang sangat berdisiplin. Mereka sangat memegang aturan, atau meminjam istilah para birokrat (PNS),sangat patuh pada ”tupoksi”.Saya sering menyebut mereka sebagai guru kurikulum. Kalau di silabus tertulis buku yang diajarkan adalah buku ”x” dan babbab yang diberikan adalah bab satu sampai dua belas,mereka akan mengejarnya persis seperti itu sampai tuntas.
Karena ujian masuk perguruan tinggi adalah ujian rumus, guru-guru kognitif ini adalah kebanggaan bagi anakanak yang lolos masuk di kampus-kampus favorit.Kalau sekarang, mereka adalah kebanggaan bagi siswa-siswa peserta UN. Sayangnya, sekarang banyak ditemukan anak-anak yang cerdas secara kognitif sulit menemukan ”pintu” bagi masa depannya.Anak-anak ini tidak terlatih menembus barikade masa depan yang penuh rintangan, lebih dinamis ketimbang di masa lalu, kaya dengan persaingan, dan tahan banting.
Saya sering menyebut anakanak produk guru kognitif ini ibarat kereta api Jabodetabek yang hanya berjalan lebih cepat daripada kendaraan lain karena jalannya diproteksi,bebas rintangan. Beda benar dengan kereta supercepat Shinkanzen yang memang cepat. Yang satu hanya menaruh lokomotif di kepalanya,sedangkan yang satunya lagi, selain di kepala, lokomotif ada di atas seluruh roda besi dan relnya.
Guru Kreatif
Ini guru yang sering kali dianggap aneh di belantara guru-guru kognitif.Sudah jumlahnya sedikit, mereka sering kali kurang peduli dengan tupoksi dan silabus. Mereka biasanya juga sangat toleran terhadap perbedaan dan cara berpakaian siswa. Tetapi, mereka sebenarnya guru yang bisa mempersiapkan masa depan anak-anak didiknya.Mereka bukan sibuk mengisi kepala anak-anaknya dengan rumus-rumus, melainkan membongkar anak-anak didik itu dari segala belenggu yang mengikat mereka.
Belenggu- belenggu itu bisa jadi ditanam oleh para guru, orang tua, dan tradisi seperti tampak jelas dalam membuat gambar (pemandangan, gunung dua buah, matahari di antara keduanya, awan, sawah, dan seterusnya). Atau belenggu-belenggu lain yang justru mengantarkan anak-anak pada perilaku-perilaku selfish, ego-centrism,merasa paling benar,sulit bergaul, mudah panik, mudah tersinggung, kurang berbagi, dan seterusnya.
Guru-guru ini mengajarkan life skills, bukan sekadar soft skills, apalagi hard skill. Berbeda dengan guru kognitif yang tak punya waktu berbicara tentang kehidupan, mereka justru bercerita tentang kehidupan (context) yang didiami anak didik. Namun, lebih dari itu, mereka aktif menggunakan segala macam alat peraga. Bagi mereka, memori tak hanya ada di kepala, tapi juga ada di seluruh tubuh manusia.
Memori manusia yang kedua ini dalam biologi dikenal sebagai myelin dan para neuroscientistmodern menemukan myelin adalah lokomotif penggerak (muscle memory). Di dalam ilmu manajemen, myelin adalah faktor pembentuk harta tak kelihatan (intangibles) yang sangat vital seperti gestures, bahasa tubuh, kepercayaan, empati, keterampilan,disiplin diri,dan seterusnya.
Saat bertemu guru-guru kognitif, saya sempat bertanya apakah mereka menggunakan alat-alat peraga yang disediakan di sekolah? Saya terkejut, hampir semua dari mereka bilang tidak perlu, semua sudah jelas ada di buku. Beberapa di antara mereka bahkan tidak tahu bahwa sekolah sudah menyediakan mikroskop dan alatalat bantu lainnya. Sebaliknya,guru-guru kreatif mengatakan: ”Kalau tidak ada alat peraga,kita akan buat sendiri dari limbah.
Kalau perlu, kita ajak siswa turun ke lapangan mengunjungi lapangan. Kalau tak bisa mendatangkan Bapak ke dalam kelas, kita ajak siswa ke rumah Bapak,”ujarnya. Saya tertegun. Seperti itulah guru-guru yang sering saya temui di negara-negara maju. Di negara-negara maju lebih banyak guru kreatif daripada guru kognitif. Mereka tak bisa mencetak juara Olimpiade Matematika atau Fisika,tetapi mereka mampu membuat generasi muda menjadi inovator, entrepreneur, dan CEO besar.
Mereka kreatif dan membukakan jalan menuju masa depan. Saat membuat disertasi di University of Illinois, para guru besar saya bukan memaksa saya membuat tesis apa yang mereka inginkan, melainkan mereka menggali dalam-dalam minat dan objektif masa depan saya. Sewaktu saya bertanya, mereka menjawab begini: ”Anda tidak memaksakan badan Anda pada baju kami, kami hanya membantu setiap orang untuk membuat bajunya sendiri yang sesuai dengan kebutuhannya.” Selamat merayakan Hari Pendidikan dan _jadilah guru yang mengantarkan kaum muda ke jendela masa depan mereka.

Kamis, 28 April 2011

Kesiapan SD/MI Kota Tanjungpinang menghadapi UN 2011

"Optimis lebih baik " kalimat itulah yang terucap dipermulaan acara rapat koordinasi dengan Kepala Sekolah dan Guru-guru kelas 6 SD/MI se Kota Tanjungpinang pada Sabtu 23 April 2011. "Tidak berlebihan " Rasanya cukup beralasan jika melihat hasil UN tahun sebelumnya, dan evaluasi terhadap nilai TO 1 dan 2 yang dilaksanakan sebelum UN 2011. Dengan menggunakan nilai minimal rata-rata rapor dan Nilai Sekolah 6 , Nilai TO 2 (menggunakan data nilai diatas 5,1, sebagai gambaran nilai UN) dengan formula 40% : 60% . Tingkat Kelulusan telah mencapai angka 88%. Tentunya kita sepakat bahwa nilai rata-rata rapor dan nilai sekolah lebih banyak siswa memperoleh nilai diatas 6 Maka prediksi kelulusan diatas 95% bukan mustahil untuk dicapai pada UN mendatang. Tapi prediksi sebagaimana prediksi kelulusan SMA/MA/SMK, SMP/MTs bisa saja meleset karena faktor-faktor yang tidak terdeteksi atau diduga sebelumnya.
Tray Out 2 memberikan gambaran bahwa nilai rata-rata siswa SD/MI Kota Tanjungpinang untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia 7,32, IPA nilai rata-rata 6,72, dan mata pelajaran Matematika hanya memperoleh nilai 4,65. Nilai matematika hampir disemua jenjang pendidikan memperoleh nilai yang belum memuaskan. Tapi yang menarik untuk dikaji dari semua mata pelajaran yang di UN kan pada semua tingkatan hanya mata pelajaran matematika yang beberapa siswa memperoleh nilai 10 dan pada mata pelajaran matematika juga diperoleh nilai siswa paling rendah dan rentang nilai tertinggi dengan yang terendah juga pada nilai matematika.
Tidak sebagaimana TO SLTP dan SLTA , TO SD menguji 5 mata pelajaran, yaitu 3 mata pelajaran UN Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA ditambah mata pelajaran PKN dan IPS . Untuk PKN dan IPS perolehan nilai rata-rata SD se Kota Tanjungpinang yaitu 6,0 dan 6,12.
Sebagaimana dijadwalkan sebanyak 3.071 siswa dari 65 SD/SDLB/MI akan mengikuti UN dimulai pada hari Selasa tanggal 10 Mei 2011 sampai dengan Kamis tanggal 12 Mei 2011. Harapan kita semoga memperoleh hasil yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

SEMS-300411

Kamis, 21 April 2011

Senin (25/4-11) , 26 SMP/MTs Kota Tanjungpinang Mengikuti UN 2011


Alhamdulillah, UN SMA/MA/SMK telah selesai dengan aman dan lancar. Kamis sore (21/4) dengan disaksikan oleh pihak-pihak terkait di Poltresta Tanjungpinang, lembar jawaban dikemas rapi untuk selanjutnya dikawal menuju ke Kota Batam untuk proses selanjutnya.Sepanjang pantauan kita semua berjalan sesuai jadwal dan prosedur. Hanya saja masih ada 2 siswa yang karena sakit harus mengikuti Ujian Susulan yang direncanakan dilaksanakan pada hari Senin tanggal 25 April 2011.

Sesuai agenda pada hari Senin (25/4)pelaksanaan UN tingkat SMP/MTs dimulai sampai dengan tanggal 28 April 2011 dengan mata pelajaran yang diujikan yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan IPA. Ujian Nasional Utama untuk tingkat SMP/MTs Negeri maupun swasta di Kota Tanjungpinang diikuti oleh 1.777 siswa pada 26 sekolah dengan jumlah pengawas sebanyak 52 guru-guru SMP/MTs yang dengan sistim silang.
Persiapan pelaksanaan setakat ini sudah hampir rampung,persiapan ruangan sijadwalkan tuntas pada Sabtu (23/4).Jum'at (22/4)dilaksanakan rapat penjelasan tentang tugas dan tata tertib pelaksanaan UN bagi para pengawas. Sementara itu evaluasi terakhir tentang kesiapan siswa untuk mengikuti UN telah dilaksanakan pada Rapat Kerja Kepala-Kepala Sekolah dan Guru-guru bidang study UN Se Kota Tanjungpinang pada tanggal 18 April 2011. Sebagai indikator capaian target kurikulum digunakan data capaian nilai dalam rata-rata TO2.
Menilik pada perolehan nilai rata-rata siswa pada TO2, Tingkat kesulitan siswa adalah 87 % pada mata pelajaran Matematika, 55 % Bahasa Inggris, 40% pada mata pelajaran IPA , dan 7 % Bahasa Indonesia.Namun jika dilihat dari capaian nilai tertinggi justru pada mata pelajaran matematika dengan perolehan nilai 10 sebanyak 9 siswa terdiri dari SMPN 5 sebanyak 5 siswa, SMPN 4, 2 siswa, SMPN 1, SMPN 7 dan SMPS Meitriyawira masing-masing 1 siswa. Nilai tertinggi Bahasa Inggris adalah SMPN 5 nilai 9,80. Mata pelajaran IPA Nilai tertinggi SMN 1 nilai 9,25. Untuk Bahasa Indonesia nilai tertinggi SMPN 5 dengan nilai 8,80. Dengan demikian sama halnya dengan SMA/MA/SMK permasalahannya pada "nilai rata-rata" alias pemerataan.
Karena kelulusan ditentukan oleh nilai kolektif, bukan semata-mata nilai per mata pelajaran (asal NA tidak dibawah 4) maka optimisme tingkat kelulusan siswa SMP/MTs Kota Tanjungpinang meningkat dari tahun sebelumnya. Lantas..berapa target kelulusan ? ya 100%. Namun prediksi kelulusan atas nilai TO2 bisa dicapai diatas 90%. (Insya Allah)
- SEMS 230411

Kamis, 14 April 2011

2.731 Siswa Ikuti UN SMA/SMA-LB/SMK Tanjungpinang

Sebagaimana yang diagendakan , Senin tanggal 8 April 2011 secara serentak 1.467 siswa SMA/SMLB/MA dan 1.264 siswa SMK se Kota Tanjungpinang memulai pelaksanaan UN Utama selama 4 hari untuk SMA/MA dan 3 hari untuk SMK/SMALB. Ujian dilaksanakan menempati sekolahnya masing-masing dengan 154 ruangan, 308 guru-guru pengawas ruang silang dan dilengkapi dengan 13 dosen pengawas pelaksanaan UN dibawah koordinasi STIE Pembangunan Tanjungpinang, serta 13 staf Disdikpora, 7 staf Kementeri Agama untuk memonitor penyelenggaran UN.


Persiapan tehnis setakat ini telah hampir rampung. Sabtu (16 April 2011) naskah soal direncanakan sudah berada dan disimpan di Polresta Tanjungpinang, dan diditribusikan kesetiap sekolah setiap hari sebelum pelaksanaan ujian dimulai. Sedangkan persiapan final baik administrasi pelaksana/pengawas dan kondisi ruang ujian pada hari Sabtu tersebut sudah dapat diselesaikan.

Karena UN 2011 tidak ada ujian ulangan, Ujian Susulan diberikan bagi peserta yang pada saat UN Utama berhalangan karena sakit dan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan yang diagendakan pelaksanaannya pada tanggal 25 April s/d 28 April 2011.

Dengan tetap mengedepankan objektifitas dan kejujuran, akan dapat dijadikan barometer untuk mengukur pencapaian kompetensi sebagai hasil belajar siswa, sekaligus untuk mampu memetakan pencapaian kompetensi lulusan sebagaimana yang diharapkan. Selain itu perlu diciptakan suasana yang kondusif agar semua siswa dapat mengikuti ujian dengan hasil yang terbaik.
Jumlah Peserta :
SMA Negeri 1 Tpi.................. 247 Siswa
SMA Negeri 2 Tpi.................. 289 Siswa
SMA Negeri 3 Tpi.................. 140 Siswa
SMA Negeri 4 Tpi...................250 Siswa
SMA Negeri 5 Tpi.................. 182 Siswa
SMA Negeri 6 Tpi................... 76 Siswa
SMA S Muhamammadiyah............... 16 Siswa
SMA S PGRI......................... 27 Siswa
SMA S Santa Maria.................. 80 Siswa
SMA S Pelita Nusantara............. 28 Siswa
MAN Negeri Tpi.................... 113 Siswa
MAN S Miftahul Ulum................ 15 Siswa
SMALB Negeri Tpi.................... 4 Siswa
SMK Negeri 1 Tpi.................. 321 Siswa
SMK Negeri 2 Tpi.................. 187 Siswa
SMK Negeri 3 Tpi...................232 Siswa
SMK Negeri 4 Tpi................... 88 Siswa
SMK S Pembangunan................. 198 Siswa
SMK S Indra Sakti................. 100 Siswa
SMK S Raja Haji.................... 41 Siswa
SMK S Maritim....................... 8 Siswa
SMK S Engku Kelana................. 62 Siswa
SMK S Pelita Nusantara............. 27 Siswa
JUMLAH PESERTA SMA/MA/SMK...................... 2.731 Siswa

SEMS-130411

Sabtu, 09 April 2011

Rakor Persiapan UN SMA/MA/SMK Kota Tanjungpinang


Apresiasi patut disampaikan atas upaya dan optimisme 170 lebih para kepala sekolah, guru bidang study SMA/MA/SMK se Kota Tanjungpinang dalam upaya peningkatan kelulusan siswa yang akan mulai digelar pada tanggal 18 s/d 21 April 2011. Rapat kordinasi difokuskan pada evaluasi menyeluruh terhadap hasil TO, sehingga diperoleh pemetaan kekuatan dan kelemahan yang perlu untuk disikapi dalam perencanaan kedepan, tidak hanya UN yang didepan mata, tapi lebih kepada perencanaan kedepan.
Menarik untuk dicermati bahwa dari pemaparan hasil evaluasi dan diskusi tanya jawab, persoalan pokok yang sangat menonjol yang perlu untuk dibenahi adalah "pemerataan". Pemerataan kesempatan bagi seluruh guru bidang study untuk memperoleh pelatihan dan pendidikan, penyebaran guru yang berprestasi dan berdedikasi kesekolah-sekolah yang perlu dibina. dan pemerataan untuk semua sekolah dalam merekrut atau menerima siswa baru.

Untuk pemerataan kesempatan bagi guru bidang study untuk mengikuti diklat dan penempatan guru berprestasi dan berdedikasi ke sekolah-sekolah tertentu dapat dilaksanakan jika tersedia anggaran yang memadai, Namun bagi guru berprestasi dan berdedikasi perlu pertimbangan terhadap prestasi yang telah dicapainya, karena bagaimanapun prestasi itu punya "nilai" . Nilai yang sewajarnya untuk diberikan "reward" baik finansial maupun non finansial.

Kesempatan pemerataan menerima siswa baru (PSB), bagi masyarakat adalah soal "pilihan". Pilihan atas dasar "penilaian" . Penilaian tersebut identik dengan prestasi. Prestasi itu sendiri selalu muncul dari siswa terpilih. Nah..lho........Solusinya pemerataan mutu pendidikan, dan pembatasan daya tampung dll...dll...dll (segera dirembugkan)
Tentang optimisme peningkatan target kelulusan siswa, bertolak dari hasil TO, bila prediksi sebaran soal TO tidak meleset dari soal-soal UN, prediksi tersebut tidak mengada-ada dan apalagi siswa akan lebih serius menghadapi UN dibandingkan dengan menghadapi TO yang lalu.
Data kelulusan tahun yang lalu tingkat SMA/MA/SMK Ujian utama 79,69% Ujian ulangan 88,09 % . Prediksi tingkat kelulusan tahun 2010/2011 sekitar 95 - 97 %
Insya Allah
SEMS090411

Senin, 04 April 2011

Formula 40 : 60 UN Masih Dominan.

Mereka-reka tingkat kelulusan siswa dengan diberlakukannya formula baru ujian nasional dengan ikut diperhitungkan nilai rapor dan nilai ujian sekolah dengan porsi 40% , sedangkan UN mendapat porsi 60% , Iseng-iseng mudah-mudahan bermanfaat, dicoba mengutak-atik angka-angka mensimulasikan berbagai kondisi capaian nilai sekolah dan rata-rata rapor diaduk-aduk dengan nilai murni UN. Hasilnya...!!! Nilai Akhir (NA) tak jauh berbeda dengan nilai UN, alias mendekati "sami mawon" . Artinya UN tetap dominan, UN merupakan indikator utama penentu kelulusan.

Bagaimana rapor dan nilai sekolah dapat membantu kelulusan siswa ?. Pertanyaan itulah yang menggelitik saat mengaduk-aduk angka-angka capaian rata-rata rapor dan ujian sekolah, dengan nilai murni rata-rata UN misalkan nilai TO. Bila NA setiap mata pelajaran tidak ada dibawah angka 4 maka untuk mencapai nilai kelulusan dengan NA rata-rata paling rendah 5,5 .Lulus dapat dicapai :
  • Jika Nilai rata-rata rapor dan ujian sekolah = 6 Nilai UN paling rendah rata-rata 5,1
  • Jika Nilai rata-rata rapor dan ujian sekolah = 6,5 Maka UN paling rendah rata-rata 4,8
  • Jika Nilai rata-rata rapor dan ujian sekolah = 7 Maka UN paling rendah rata-rata 4,5
  • Jika Nilai rata-rata rapor dan ujian sekolah = 7,5 Maka UN paling rendah rata-rata 4,25
  • dst.
Kalau hitung-hitung dan prediksi ini ada benarnya, tentunya upaya meningkatkan mutu pendidikan dan keberhasilan siswa memerlukan upaya yang lebih maksimal, khususnya memotivasi siswa untuk lebih memfokuskan pada dalam menghadapi UN, karena UN hanya tinggal menghitung hari.
--------------------------------------------------------------------------SEMS.0404011

Sabtu, 02 April 2011

Ah-Ha - Teaching English

Prediksi UN dari TO SMA/MAN/SMK Tanjungpinang

UN Utama tingkat SMA/SMK dua minggu lagi akan digelar, berbagai usaha dilakukan, bermacam cara dipraktekkan, beraneka jurus dimantapkan, doapun sudah. Apalagi....? Ya tunggu hasil, nantikan tanggapan, simak komentar, catat pendapat serta sabar bila dikritik. Berpikir positif, membaca dengan logika serta bertindak dengan hati nurani. Logikanya pendidikan adalah suatu proses yang melibatkan tanggungjawab semua pihak, tentunya sesuai dengan porsinya masing-masing.
Jika tray out yang telah dilaksanakan selama dua kali dijadikan sebagai barometer memprediksi hasil UN nantinya. Selama beberapa hari ini saya mempelototi setiap helai dan baris kertas nilai TO 1 dan TO 2 Kota Tanjungpinang. Hasilnya.....???

1. Kenaikan Nilai Rata-Rata TO 1 ke TO 2

Disemua SMA/MAN/SMK Kota Tanjungpinang mengalami kenaikan nilai rata-rata . Nilai rata-rata tertinggi adalah SMAN 1/IPS 7,03 , SMKN 1 6,88 dan SMAN1/IPA 6,71. Sedangkan nilai rata-rata terendah adalah 3,40.

2. Nilai Kritis Mata Pelajaran TO 2

Jika nilai dibawah 4 dianggap sebagai "nilai kritis" maka hasil yang diperoleh adalah :
  • SMA/MAN - IPA , 42% Fisika, 25% Kimia, 21% Matematika, 6% Biologi, 4% Bahasa Inggris dan 1% Bahasa Indonesia.
  • SMA/MAN - IPS , 46% Matematika, 24% Ekonomi, 23% Geografi, 15% Bahasa Inggris , 8% Sosiologi dan 5% Bahasa Indonesia
  • SMK, 35% Matematika, 20% Bahasa Indonesia dan 1% Bahasa Inggris.
Untuk mata pelajaran yang diujikan di SLTA semua jurusan (SMA/MAN-IPA/IPS/BAHASA dan SMK) yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Matematika diperoleh data "nilai kritis" sebagai berikut:
Bahasa Indonesia 67% Nilai Matematika, 21% Bahasa Indonesia dan 11% Nilai Bahasa Inggris.
Walaupun nilai TO tidak mempengaruhi Nilai Akhir kelulusan siswa, Namun setidak-tidaknya perolehan nilai TO dapat dijadikan dasar pertimbangan upaya peningkatan keberhasilan UN pada khususnya , dan pertimbangan program kegiatan tahun-tahun mendatang.
(S.Evi.MS.020411)

Kamis, 24 Maret 2011

Bagaimana Guru Menyikapi UN?

http://www.kompasiana.com/www.kuwat.wordpress.com

Menjelang hajatan besar nasional bernama Ujian Nasional, di alam demokrasi adanya opini yang pro dan kontra sepertinya sudah membudaya. Ibarat masakan, UN menjadi kurang lezat bila tanpa bumbu “pro” dan “kontra”. Kalaupun otoritas yg berwenang sudah mencoba melakukan berbagai upaya perbaikan untuk pelaksanaan UN tahun berikutnya, kekurangannya yang lebih mengemuka dibanding kelebihannya. Bagaimana guru menyikapi UN?

Pertama, kalau ada siswa kita yang belum berhasil lulus karena UN tahun lalu, jadikan kebelumberhasilan siswa kita sebagai refleksi buat kinerja kita. Adakah yang salah dengan proses pembelajaran di kelas? Mungkinkah proses penilaian yang selama ini kita lakukan jauh dari standar? Ataukah rancangan pembelajaran yang disajikan selama ini tidak dikembangkan dengan baik, atau bahkan copy paste? Intinya, kebelumberhasilan siswa adalah kegelisahan kita. Kegelisahan kita diikuti dengan perilaku-perilaku positif terkait dengan tugas dan kewajiba kita sebagai guru. Apa itu? Perbaiki rancangan, perbaiki proses dan perbaiki penilaian. Hasil yang baik adalah buah dari proses yang baik. Walau ada sih, hasil baik dari proses yang curang he…he….he.

Kedua, jangan ciptakan suasana mencekam. “UN tinggal beberapa bulan kalian harus selalu konsentrasi belajar.” “Tahun ini tidak ada ujian ulang.” “Bagi yang tidak mau mengikuti tambahan jam, jangan berharap lulus.” Fakta-fakta seperti itulah yang menjadikan suasana UN mencekam. Suasana demikian menjadikan siswa tidak nyaman belajar, dan stres. Tidak adakah tuturan lain yang lebih menyejukkan sehingga berdampak positif pada siswa? “Anak-anakku tercinta, ujian nasional memang semakin mendekat. Bapak/ibu guru percaya kalian pasti sudah menyiapkan diri dengan belajar.” “Anak-anakku yang pintar, tahun ini memang tidak ada ujian ulang. Itu tidak terlalu penting karena dengan belajar serius kalian tidak membutuhkan itu.” Bukankah tuturan seperti itu mungkin bisa memancarkan energi dan sugesti positif pada siswa?

Ketiga, kalaupun tambahan jam pelajaran terasa masih diperlukan, lakukan dengan prosedur yang baik dan tidak berlebihan . Tambahan jam pelajaran setelah KBM, secara fisik dan psikis membebani siswa. Untuk itu sebelumnya perlu dilakukan pemetaan terhadap kebutuhan siswa yang memerlukan tambahan jam pelajaran. Berdasarkan hasil pemetaan akan diketahui siswa-siswa yang memerlukan tambahan jam, mapel apa, bagaimana penanganannya. Dengan demikian tambahan jam pelajaran tidak membebani tapi sebuah solusi.

Akhirnya, marilah kita menjadi guru yang pandai introspeksi, melakukan refleksi, dan bisa memberi solusi bukannya selalu memaki apalagi berbuat anarki.

Rabu, 23 Maret 2011

Kembali Kepangkal Jalan

Rasanya tidak pernah terbayang sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Tanjungpinang menjadi amanah yang harus ditunaikan, Perjalanan karier di birokrasi selama lebih 25 tahun hanya menggeluti dibidang keuangan dan perencanaan .Pekerjaan yang tidak lebih dari pada pelaksanaan atas kepatuhan kepada "regulasi".Rasanya dapat dilaksanakan tanpa ada hambatan yang berarti. Namun apakah amanah didunia pendidikan ini dapat dilalui sesuai dengan harapan masyarakat ..?. Dengan modal tekad, niat tulus ikhlas, sadar bahwa dunia pendidikan adalah dunia manusia, dunia ilmu pengetahuan, dan masa depan yang tidak pernah akan berhenti . Sadar bahwa pendidikan adalah proses "kerjasama" . Jadi tidak sendirian. (Kenapa Takut !!!). Dengan bismillah dan doa kehadiratNya "bersama" kita "kerjasama" Insya Allah (Allah tidak tidur!!!) mutu pendidikan akan dapat lebih ditingkatkan.
Begitu beragam dan kompleksnya masalah pendidikan bukan hal yang mudah untuk dirunut mana yang harus didahulukan, mana yang dikemudiankan.dan mana yang perlu ditambah mana yang perlu disempurnakan. Bila berkutat pada "teori" akan dijumpai sebuah lingkaran yang kehilangan titik awalnya.

Kembali ke Pangkal Jalan.... yaitu guru (tenaga pendidik) , memulai memahami hakekatnya sebagai halifah Allah, mahluk sosial, sekaligus sebagai pribadi yang mempunyai hati nurani, kemauan, dan sekaligus punya kelemahan. Menyelesaikan masalah, bukan mencari-cari siapa yang salah. tetapi lebih baik apanya yang perlu dibenah. Inilah niat awal melangkah kedepan sebelum membenahi masalah dunia pendidikan di Kota Tanjungpinang yang sama-sama kita cintai ini.
Selamat berjuang Bapak/Ibu Guru dengan niat tulus ikhlas Insya Allah akan menjadi amal ibadah bagi kita semua. dan yakinlah bahwa tujuan kita untuk meningkatkan mutu pendidikan akan tercapai. Amin.